Jumat, 14 Januari 2011

PERTEMUAN 12 OOP (Object Oriented Programming)


      OOP (Object Oriented Programing) atau Pemrograman Berorientasi Objek (PBO) adalah suatu cara baru dalam berfikir serta berlogika dalam menghadapi masalah-masalah yang akan di coba-atasi dengan bantuan komputer.

Tujuan utama dari pengembangan perangkat lunak atau program berorientasi objek, dapat dijelaskan sbb :
»        Mempersingkat waktu dan menurunkan biaya pengembangan rekayasa perangkat lunak.
»        Menurunkan biaya perawatan perangkat lunak.
»        Pemrograman berorientasi objek memberikan landasan yang sangat berguna untuk pembuatan prototype system secara cepat.

Kelebihan OOP :
§      Memiliki sarana yang bersifat virtual
§      Berorientasi kepada Objek
§      Bekerja didalam sistem operasi windowa
§      Menghasilkan program aplikasi berbasis windows
§      Dapat memanfaatkan Windows untuk aspek Grafis, Multimedia dsb.

Perbandingan antara pemrograman Berorientasi Objek dengan Pemrograman Terstruktur

*      Pemrograman Terstruktur :
  • Penekanan pada sesuatu yang harus dikerjakan (algoritma pemecahan masalah)
  • Program berukuran besar dipecah-pecah menjadi program-program yang lebih kecil (Modular)
  • Kebanyakan fungsi/prosedur berbagi data global
  • Data bergerak secara bebas dalam sistem, dari satu fungsi ke fungsi yang lain saling terkait
  • Fungsi-fungsi mentransformasi data dari satu bentuk ke bentuk yang lain
  • Pendekatan adalah pendekatan top down (dari atas ke bawah)

*      Pemrograman Berorientasi Objek :
  • Pendekatan lebih pada data bukanya pada fungsi/prosedur
  • Program besar dibagi kedalam Objekobjek
  • Struktur data dirancang dan menjadi karakteristik dari objek-objek
  • Fungsi-fungsi yang mengoperasikan data tergabung dalam suatu objek yang sama
  • Data tersembunyi dan terlindung dari fungsi/prosedur yang ada diluar
  • Objek-objek dapat saling berkomunikasi dengan saling mengirim message satu sama lain
  • Pendekatanya adalah bottom up (dari bawah keatas)



ISTILAH-ISTILAH DALAM OOP
Object adalah “benda” secara fisik atau konseptual (orang, hardware, software, pintu, kuda dll).

Setiap Object memiliki 2 ciri khas, yaitu :
  1. Atribut / property / data merupakan ciri-ciri Object
  2. Methode / Behavior / Function Merupakan apa yang dapat dilakukan oleh Object.
Contoh :
     Orang / Manusia
Atribut :
-          Tinggi
-          Umur
-          Berat
Methode :
-          Jalan
-          Lari
-          Lompat
  1. Class adalah himpunan object sejenis
  2. Inheritance adalah penurunan atribut atau methode dari suatu object ke object lainya.
Contoh :
Bayi :
-Tinggi, Umur, Berat
-Merangkak
Kakek :
  1. -Tinggi, Umur, Berat
-Jalan, tidur, mandi
Orang :
-Tinggi, Umur, Berat
-Jalan, Lari, Lompat


Metode dan Objek
Ada 3(tiga) karakteristik utama bahasa pemrograman berorientasi objek yaitu :

a. Enkapsulasi ( pengkapsulan )
Enkapsulasi merupakan gabungan beberapa type data (record) dengan prosedur dan    fungsi    yang membentuk suatu type data baru yang tepat. Hakikat dari enkapsulasi ini adalah memadukan langkah program dengan data yang ada didalamnya. Dengan enkapsulasi anda dapat menyembunyikan didalam objek, baik data maupun fungsi / prosedur. Hanya dengan interface objek maka kita dapat mengakses datanya.
Penurunan sifat memungkinkan kita untuk membuat sebuah objek baru yang sama dengan objek sebelumnya yang telah didefinisikan. Karakteristik dari suatu objek diturunkan ke objek yang lain sehingga objek yang baru akan memiliki karakteristik yang sama dengan induknya.
Penurunan ini diawali dengan mendefinisikan objek induk, sehingga dengan menggunakan objek induk tersebut, dapat membuat objek yang bertumpu pada objek induknya.
Sehingga akan terbentuk objek keturunan. Dimana setiap objek turunannya dapat mengakses semua data dan program yang dimiliki oleh objek induknya.

b. Inheritance ( penurunan sifat )
Penurunan sifat memungkinkan kita untuk membuat sebuah objek baru yang sama dengan objek sebelumnya yang telah didefinisikan. Karakteristik dari suatu objek diturunkan ke objek yang lain sehingga objek yang baru akan memiliki karakteristik yang sama dengan induknya.
Penurunan ini diawali dengan mendefinisikan objek induk, sehingga dengan menggunakan objek induk tersebut, dapat membuat objek yang bertumpu pada objek induknya.
Sehingga akan terbentuk objek keturunan. Dimana setiap objek turunannya dapat mengakses semua data dan program yang dimiliki oleh objek induknya.

c. Polimorphism ( keaneka ragaman )
Dengan polimorphism kita dapat membuat sebuah objek baru yang menunjukkan fungsi-fungsi yang sama dengan objek induknya, namun fungsi fungsi yang sama tersebut memiliki operasi yang berbeda-beda. objek yang masih didalam suatu hierarki dapat menyusun objek yang lainnya, sesuai dengan kebutuhan dari objek tersebut, yang artinya pemrograman berorientasi objek ini menyangkup keaneka ragaman objek yang menjamin terhimpunnya perpaduan keaneka ragaman data dengan prosedur atau fungsi
5
Analogi Polimorphism :
Sebuah kendaraan secara umum baik mobil maupun sepeda motor memberi kemungkinan kepada kita untuk melakukan operasi “maju”, “mundur”, “belok kanan/kiri” atau “berhenti”. Namun keduanya tidak melakukan operasi-operasi tersebut dengan cara yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar